Ilustrasi StreetScooter. Foto: www.streetscooter.com

Indonesia Bettery Corporation (IBC) sempat berniat membeli startup mobil listrik dari Jerman, yaitu StreetScooter. Namun, langkah tersebut mendapat penolakan dari Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Lantas, apakah rencana akuisisi itu tetap dilanjutkan atau tidak? Berikut ini rangkuman informasi selengkapnya:

Rencana Beli StreetScooter Dikabarkan Batal

Rencana IBC untuk mengakuisisi StreetScooter milik Deutsche Post DHL Group (DPDHL) disebut tidak akan terealisasi alias batal. Kabarnya, perusahaan mobil listrik asal Jerman itu sudah diambil alih oleh perusahaan otomotif yang berbasis di Luksemburg.

Kabar batalnya rencana transaksi tersebut disampaikan sumber kumparan yang ikut mengurusi rencana pembelian StreetScooter. “Sudah dibatalkan minggu lalu,” katanya kepada kumparan.

Ilustrasi StreetScooter. Foto: www.streetscooter.com

Sementara Corporate Secretary IBC Muhammad Sabik tidak menjawab dengan tegas soal kabar batalnya akuisisi tersebut. Dia hanya mengatakan tengah mempersiapkan jawaban.

“Lagi disiapkan jawabannya,” kata Sabik kepada kumparan, Sabtu (8/1).

IBC adalah holding industri baterai kendaraan listrik yang dibentuk oleh 4 BUMN, salah satunya adalah PT Pertamina (Persero). Tiga BUMN lain yang memiliki saham IBC adalah MIND ID, PLN, dan Antam.

Pernah Ditolak Ahok

Akuisisi StreetScooter oleh IBC sebelumnya menuai polemik. Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menolak rencana tersebut.

Saat itu, sumber kumparan menyebut IBC akan mengakuisisi StreetScooter dengan harga USD 170 juta atau sekitar Rp 2,43 triliun (kurs dolar Rp 14.300). Angka ini dinilai Ahok terlalu mahal.

Menurut Ahok, nilai akuisisi StreetScooter terlalu tinggi karena perhitungan harga sahamnya menggunakan future valuation dengan alasan bisnisnya bakal bagus di masa mendatang.

Basuki T Purnama mengunjungi Dockyard PT. Pertamina Trans Kontinental saat melakukan kunjungan kerja ke Sorong, Papua Barat, Senin (25/10/2021). Foto: Instagram/@basukibtp

Rencana akuisisi itu, kata Ahok, dibalut dengan alasan agar Indonesia bisa menembus pasar mobil listrik Amerika Serikat dan China. Alasan itu juga dinilai Ahok mengada-ada.

Sebab, Amerika Serikat sudah punya Tesla dan China punya Wuling. Kedua negara itu sudah punya industri kendaraan listrik yang maju. Sulit disaingi.

Isu kemudian berkembang dengan munculnya nama Djamal Attamimi. Dia disebut menyodorkan nama StreetScooter ke Menteri BUMN Erick Thohir.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *