Infografik Kazakhstan Membara. Foto: Tim Kreatif kumparan

Kazakhstan mendapat kejutan yang tidak menyenangkan di awal tahun usai sejumlah aksi protes kenaikan harga LPG berubah menjadi kekacauan.

Almaty– yang merupakan salah satu kota terbesar dari negara bekas pecahan Uni Soviet–, sempat dinyatakan dalam keadaan darurat oleh Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev, Rabu (5/1) lalu. Di waktu yang sama, kediaman Presiden dan rumah Wali Kota Almaty juga dilaporkan telah dibakar.

Akibatnya, Presiden Tokayev harus membubarkan kabinet pemerintahannya, menerima pengunduran diri Perdana Menteri Askar Mamin, dan menurunkan kembali harga LPG.

Prajurit Rusia menaiki pesawat militer menuju ke Kazakhstan, di sebuah lapangan terbang di luar Moskow, Rusia, Kamis (6/1). Foto: Collective Security Treaty Organisation/Handout via REUTERS

Akan tetapi, usahanya tersebut tak serta merta berhasil meredakan kerusuhan. Sebab, kekacauan terus terjadi, bahkan sampai menimbulkan korban meninggal dalam keadaan terpenggal dari pihak aparat.

Kerusuhan baru mereda usai ada campur tangan pasukan Rusia yang tergabung dalam koalisi militer Collective Security Treaty Organisation (CSTO). Mereka lakukan intervensi di Kazakhstan setelah Presiden Tokayev memintanya.

Akibat dari kerusuhan tersebut sebanyak 18 aparat meninggal dunia, 748 lainnya alami luka-luka, dan sebanyak 2.000 orang diamankan. Per Jumat (7/1/2022), Presiden mengisukan kepada aparat untuk melakukan tembakan tanpa peringatan, jika terjadi gangguan keamanan.

Simak, informasi lainnya terkait Kazakhstan Membara pada infografik kumparan di atas.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *