Ilustrasi minuman keras (miras). Foto: Shutterstock

Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan sidak ke sejumlah tempat hiburan malam, Sabtu (9/1). Sidak tersebut bertujuan untuk memastikan penerapan protokol kesehatan dan juga aturan lainnya.

Setidaknya ada dua lokasi yang didatangi Bima. Imahalo resto & cafe serta Homer Bar & Kitchen. Terlihat Bima didampingi oleh Satpol PP Kota Bogor.

Di Imahalo resto & cafe, Bima terlihat menanyai pihak tempat hiburan malam terkait jumlah pengunjung. Sebab, saat ini Kota Bogor statusnya PPKM Level 2 sehingga ada pembatasan jumlah pengunjung maksimal hanya boleh sebanyak 75 persen.

Pada kesempatan tersebut Bima juga melakukan pengecekan terkait penjualan miras. Dia bahkan sampai mengecek sampai ke gudang penyimpanan.

Lali di Homer Bar & Kitchen, hal serupa dilakukan oleh Bima. Dia pun mengecek perihal alkohol yang dijual di sana.

Setelah mengecek dua lokasi tersebut, Bima menuju alun-alun Kota Bogor. Di sana, dia mengingatkan kepada warga untuk taat prokes dan menghindari kerumunan. Dia juga mengingatkan untuk tak meninggalkan sampah di alun-alun.

Setelahnya, dia memberikan penjelasan mengenai sidak yang dilakukan.

“Bogor ini (PPKM) level 2 sekarang, 75 persen kapasitas, kita semua waspada, siaga, menghadapi omicron. Jadi saya ingin sampaikan pesan yang kuat ke warga tetap hati-hati jaga prokes,” kata dia dilihat di akun Instagramnya, Sabtu (9/1).

Wali Kota Bogor Bima Arya saat diwawancarai di kantornya di Pemkot Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/10). Foto: Dok. Istimewa

“Tadi ada 2 titik tempat cafe ya masih sesuai kapasitasnya begitu, itu satu. Jadi pesannya ke warga tetap jaga prokes jangan euforia, pandemi belum selesai,” sambung dia.

Bima menyatakan kedua tempat tersebut masih menjaga prokes dengan baik. Sementara, dia mengungkapkan ada satu tempat yang melanggar aturan minuman beralkohol. Tetapi tak dijelaskan pelanggaran tersebut terjadi di tempat hiburan malam yang mana.

“Kita cek juga tadi surat izinnya, semua, kita pastikan di Bogor tak ada yang melanggar. Tadi ada satu yang melanggar, jadi di Bogor itu tak boleh jual golongan B golongan C alkohol, enggak ada itu,” ucap dia.

“Kalau golongan A izinnya dari pusat ya, supermarket, di atas 5 persen itu enggak bisa, saya tak akan izinkan ada alkohol di atas 5 persen di tempat-tempat seperti itu, kafe restoran dan lain-lain,” sambung dia.

Diketahui, untuk golongan A, alkohol dalam minuman dibatasi hingga 5 persen. Sementara untuk golongan B 5 sampai 20 persen dan golongan C 20 sampai 55 persen. Namun demikian, tak dijelaskan apakah ada sanksi yang diterapkan kepada pelanggar tersebut.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *