Salah satu rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gelombang tinggi di Ternate. Foto: Supriyadi/jalamalut

Sebanyak 25 rumah warga di Kota Ternate, Maluku Utara rusak akibat gelombang tinggi, pada Sabtu (6/12).

Puluhan rumah tersebut terdapat sebanyak 4 rusak berat, 7 rusak sedang, dan 14 rusak ringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate, M Arif Gani, mengatakan sejumlah rumah yang rusak itu rata-rata adalah rumah panggung yang berbahan kayu.

Warga di Ternate membuat penahan ombak darurat menggunakan pasir yang diisi dalam karung. Foto: Supriyadi/jalamalut

“Rumah-rumah yang rusak itu berada di Kecamatan Ternate Utara di Kelurahan Sangaji dengan rincian 4 rusak berat, 7 rusak sedang, dan 10 rusak ringan, serta 4 rusak ringan di Salero,” ungkap Arif, kepada cermat Senin (6/12).

Arif bilang, terkait dengan kerusakan yang diakibatkan bencana alam, Pemerintah Kota Ternate akan memberikan bantuan stimulus sesuai kondisi rumah yang rusak.

“Kita akan bantu, biasanya kan begitu, kalau ada dampak dari bencana alam pasti pemerintah akan bantu, tapi bantuan ini sekedar merangsang agar mereka bisa membangun lagi,” katanya.

Arif menambahkan, sementara di luar dari dua kelurahan yang disebutkan itu hanya mengalami kerusakan talud penahan ombak, seperti di Kelurahan Tobololo dan gajebo di tempat wisata Tolire.

“Kalau untuk pulau terluar yakni Hiri, Moti, dan Batang Dua hanya mengalami kerusakan talud yang terletak di garis pantai,” pungkasnya.

Sekadar diketahui untuk data kerusakan disejumlah titik yang terjadi malam ini sementara dalam pendataan BPBD. (SAR)

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *