Evakuasi korban kebakaran di gedung Cyber, Kuningan, Kamis (2/12). Foto: Jonathan Devin/kumparan

Gedung Cyber di Jalan Kuningan Barat Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan kebakaran pada Kamis (2/12). Kebakaran tersebut sampai memakan korban jiwa.

Tak hanya itu, kebakaran juga menimbulkan gangguan terhadap layanan transaksi investasi. Sebab, memang banyak perusahaan penyedia akses internet dan data center yang berkantor di gedung berlantai 11 tersebut.

Salah satu perusahaan yang langsung menginfokan adanya gangguan adalah PT Indo Premier Sekuritas atau IPOT. Mulanya memang ada berbagai keluhan dari netizen yang menjadi nasabah karena tidak bisa bertransaksi.

“Saat ini kami sedang menghadapi kondisi force majeure di mana data center kami di Gedung Center Mampang mengalami kebakaran yang mengakibatkan jaringan data beberapa sekuritas termasuk IPOT terganggu, terganggu dan belum dapat digunakan untuk beberapa waktu,” tulis manajemen Indo Premier Sekuritas.

Ilustrasi investasi saham. Foto: Shutter Stock

Manajemen meminta maaf karena kejadian tersebut mengganggu kenyamanan nasabah. Manajemen memastikan akan berupaya agar layanan kembali bisa kembali seperti semula.

“Kami informasikan juga bahwa gangguan hanya berdampak kepada transaksi. Seluruh dana nasabah kami pastikan aman,” terang manajemen Indo Premier Sekuritas.

Keluhan juga dialami nasabah di Ajaib Investasi. Mereka mengeluhkan tidak bisa melakukan transaksi perdagangannya. Manajemen Ajaib Sekuritas juga sudah menjelaskan kondisi yang sedang terjadi.

“Data center mengalami insiden kebakaran, sementara akan terjadi gangguan dalam bertransaksi,” tulis Manajemen Ajaib Sekuritas.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *