Foto-foto: Amanah Nur Asiah/Basra

Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, program ketahanan pangan di masyarakat perlu digerakkan. Untuk itu, Himpunan Mahasiswa Program Studi Akutansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surabaya mengajak masyarakat bertani di tengah-tengah Kota.

Para mahasiswa ini, menggagas munculnya kampung hidroponik khususnya di wilayah RT 07 RW 03 Kendangsari, Surabaya.

Bahkan para mahasiswa dan warga juga membuat green house di lahan seluas 6 × 10 meter. Di sana, warga diajak menanam aneka sayuran seperti pakcoy, kangkung, hingga selada dengan metode hidroponik.

Zainal Rusdi, selaku ketua kelompok menuturkan, program hidroponik ini sudah berjalan lebih dari setahun di wilayah Kendangsari. Sebelumnya, program Kampoeng Hidroponik ini lolos pendanaan Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) Kementrian Pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi.

“Sudah ada beberapa unit hidroponik yang kami buat bersama warga, dan satu lokasi kami bangun green house dengan kapasitas cukup besar yang bisa muat sekitar seribu lebih tanaman,” kata Zainal ketika ditemui Basra, Sabtu (16/10).

Zainal mengungkapkan, bahwa program pengabdian pada masyarakat ini mempunyai dua tujuan. Yakni untuk meningkatkan ketahanan pangan, dan untuk meningkatkan ekonomi atau penghasilan warga sekitar.

“Karena selain hidroponik, di sini (green house) juga ada kolam lele. Nah, untuk sekali panen sayurannya itu bisa 7-10 kg. Biasanya hasil panen sebagian dibagikan ke warga, sebagian lagi dijual. Untuk lele sendiri, baru kita sebarkan bibitnya. Jadi belum panen,” ungkapnya.

Dengan adanya program tersebut, Zainal berharap dapat menambah penghasilan warga sekitar di masa pandemi ini.

Sementara itu, Nur Cholis selaku Ketua RT 07 Kendangsari menuturkan, adanya program yang digagas mahasiswa ini dapat memberikan ilmu baru bagi warganya.

“Sangat membantu sekali tentunya. apalagi kita bisa mendapat pengalaman baru dan bisa belajar mengenai teknologi masa kini soal hidroponik. Warga juga sangat antusias. Semoga ke depan bisa konsisten,” tutupnya.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *