Orang-orang berkumpul di sekitar Little Amal, boneka setinggi 3,5 meter yang menggambarkan pengungsi Suriah di alun-alun Trocadero dekat Menara Eiffel di Paris, Prancis, Jumat (15/10). Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERSPerjalanan Amal melintasi Eropa yang disebut The Walk, dimulai dari Gaziantep di Turki tenggara, dekat perbatasan Suriah pada 27 Juli.
Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERSBoneka yang dikendalikan oleh empat dalang itu akan melanjutkan perjalanan menuju pemberhentian terakhirnya di Kota Manchester, Inggris Utara, pada awal November.
Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERSDalam perjalanannya, Little Amal telah menyambangi Yunani, Italia, Prancis, Swiss, Jerman, dan Belgia.
Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERSIni merupakan bagian dari perjalanan 8.000 km melintasi Eropa untuk meningkatkan kesadaran akan nasib para pengungsi muda.
Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERSBoneka itu menggambarkan seorang gadis pengungsi berusia sembilan tahun yang mencari keselamatan dan ibunya.
Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERSThe Handspring Puppet Company menciptakannya sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran tentang penderitaan anak-anak pengungsi tanpa pendamping.
Foto: Gonzalo Fuentes/REUTERS

Masyarakat berkumpul menyambut kedatangan Little Amal, boneka setinggi 3,5 meter, simbol pengungsi anak dari Suriah, di alun-alun Trocadero dekat Menara Eiffel di Paris, Prancis, Jumat (15/10) waktu setempat.

Perjalanan Amal melintasi Eropa yang disebut The Walk, dimulai dari Gaziantep di Turki tenggara, dekat perbatasan Suriah pada 27 Juli.

Boneka yang dikendalikan oleh empat dalang itu akan melanjutkan perjalanan menuju pemberhentian terakhirnya di Kota Manchester, Inggris Utara, pada awal November.

***

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *