Sejarah Singkat dan Makna Hari Kesaktian Pancasila, Foto: Pixabay

Tepat pada 1 Oktober 2021 ini, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang ke-54, yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Soeharto pada 27 September 1967 silam atau sekitar 2 tahun usai peristiwa G30S/PKI.

Sejarah Singkat Hari Kesaktian Pancasila

Sejarah Singkat dan Makna Hari Kesaktian Pancasila, Foto: Flickr

Dilansir dari buku Pancasila, Suparman, S.Pd, (2012:12), Hari Kesaktian Pancasila berhubungan erat dengan kejadian G30S/PKI.

Peristiwa kelam yang sampai kini masih menyisakan banyak tanda tanya ini telah memakan banyai korban, termasuk para perwira militer Angkatan Darat Indonesia di Jakarta dan Yogyakarta beserta orang-orang yang kemudian dianggap terlibat di dalam gerakan ini.

Adapun para perwira yang tewas akibat gerakan G30S/PKI itu sebagai berikut:

Letnan Satu Pierre Andries Tendean selaku ajudan dari Jenderal A. H. Nasution, karena mengaku sebagai Jenderal A. H. Nasution demi melindungi sang jenderal

Letnan Jenderal Ahmad Yani

Mayor Jenderal R. Suprapto

Mayor Jenderal M.T. Haryono

Mayor Jenderal S. Parman

Brigadir Jenderal D.I. Panjaitan

Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Agen Polisi Tingkat II Karel Sadsuitubun

Kolonel Inf. Katamso Darmokusumo

Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto

Nah, Hari Kesaktian Pancasila diperingati untuk mengenang jasa para perwira Angkatan Darat di atas dan menghormati perjuangan mereka untuk mempertahankan kesatuan Indonesia.

Selain itu, Hari Kesaktian Pancasila juga ada untuk memperingati tragedi berdarah selama tahun 1965-1966, ketika terjadi pembantaian para warga yang dianggap sebagai anggota PKI, tanpa melalui proses hukum yang sesuai peraturan perundang-undangan.

Makna Hari Kesaktian Pancasila

Dilatar belakangi oleh 2 kejadian berdarah di atas, Hari Kesaktian Pancasila ada untuk mengingat bahwa Indonesia pernah memiliki sejarah yang amat kelam terkait kemanusiaan. Meski begitu, Indonesia tetap mampu bersatu padu dan berdiri sebagai bangsa yang utuh.

Selain itu, Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat agar di masa depan, kejadian serupa (yang tentunya merugikan seluruhbangsa Indonesia) tidak akan terulang lagi.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dilakukan dengan mengibarkan bendera merah-putih setengah tiang, sebagai wujud bela sungkawa atas semua korban yang berjatuhan pada masa itu.(BRP)

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *