Pelari Nigeria, Blessing Okagbare di Olimpiade 2020. Foto: Jewel Samad/AFP

Pelari Nigeria, Blessing Okagbare, yang turun di nomor 100 meter putri didepak dari Olimpiade 2020 usai menerima pelarangan sementara karena kasus doping.

Okagbare berhasil menjadi yang tercepat di putaran 1 dan berhak lolos ke semifinal. Berlaga di heat 6, pelari 32 tahun tersebut memiliki catatan waktu 11,05 detik, Jumat (30/7) lalu.

Akan tetapi, ia harus mundur sebelum bertanding di semifinal. Pasalnya, Unit Integritas Atletik (AIU) mengumumkan bahwa Okagbare telah diuji positif untuk hormon pertumbuhan manusia.

Pelari Nigeria, Blessing Okagbare di Olimpiade 2020. Foto: Giuseppe Cacace/AFP

Hal tersebut didapat dalam tes di luar kompetisi pada 19 Juli 2021 lalu. Itu mengakibatkan dirinya mendapatkan penangguhan wajib dan didepak dari semifinal yang sedianya dihelat pada Sabtu (31/7).

“AIU untuk sementara menangguhkan Blessing Okagbare dari Nigeria hari ini dengan segera setelah sampel yang dikumpulkan dari pelari dinyatakan positif mengandung Hormon Pertumbuhan manusia,” tulis pernyataan AIU dikutip dari Euro Sport.

“Hormon Pertumbuhan adalah zat yang tidak ditentukan dalam Daftar Terlarang Badan Anti-Doping Dunia (WADA) 2021 dan penangguhan sementara adalah wajib menyusul temuan analitik yang merugikan untuk zat tersebut di bawah Aturan Anti-Doping Atletik Dunia,” lanjut pernyataan tersebut.

Pelari Nigeria, Blessing Okagbare

Keputusan tersebut cukup menyesakkan mengingat Okagbare adalah salah satu bintang 100 meter dunia. Ia bahkan menyebut dirinya ‘Queen of the Track’.

Okagbare memenangi medali perak untuk nomor lompat jauh di Olimpiade Beijing 2008 silam. Ia juga mengalungi medali perak di Kejuaraan Dunia Moskow 2013.

Bukan hanya itu, ia memegang rekor nomor 100 meter putri di Commonwealth Games, Glasgow 2014 lalu dengan catatan waktu 10,85 detik.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *