Petugas menarik tabung oksigen saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Long COVID-19 masih menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan bagi mereka yang sudah dinyatakan sembuh dari virus corona. Salah satu yang menjadi pertanyaan: apakah mereka yang sudah divaksin dan sudah sembuh dari COVID-19 masih berisiko mengalami long COVID-19?

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 IDI Zubairi Djoerban mengatakan risiko long COVID-19 kecil bagi mereka yang sudah menerima vaksin. Meski demikian, suntikan dosis ketiga atau booster tetap diperlukan untuk mencegah penularan.

“Risiko long COVID kecil untuk orang yang sudah divaksinasi. Memang mencegah penularan, namun dari sebulan terakhir mulai menjadi tanda tanya apakah mencegah penularan dan seberapa banyak mencegah penularan,” kata Zubairi dalam diskusi secara virtual, Sabtu (31/7).

Infografik Ragam Gejala Long COVID-19.
Foto: kumparan

“Tolong begitu ada kesempatan [vaksinasi] ketiga jangan ragu-ragu. Bisa dengan Moderna,” lanjutnya.

Vaksin corona memang saat ini penting untuk menciptakan kekebalan komunal atau herd immunity di masyarakat. Namun, Indonesia masih harus bekerja keras karena masih kurang dari 10% mereka yang telah menerima vaksin dosis kedua.

“Jadi dari vaksin bisa disimpulkan aman dan efektif, tapi tidak 100%. Itu jelas. Tidak ada efikasi vaksin di dunia yang 100%, sedangkan yang sudah vaksinasi, disebut mulai dari Amerika dan Inggris, ternyata masih bisa terinfeksi. Taati protokol kesehatan dan perlu vaksinasi ketiga,” pungkasnya.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *