Kamu mungkin punya pasangan yang luar biasa, namun ia sulit untuk mengendalikan emosinya. Dan ketika ia sedang dalam keadaan marah, kemarahan dan stresnya membebanimu juga. Kemarahannya mungkin mengusik rasa damai dan kesenanganmu, karena kamu tidak pernah tahu kapan dia akan marah. Apapun yang kamu lakukan, atau suatu kejadian yang terjadi di luar kendali bisa saja membangkitkan rasa marahnya.

Berurusan dengan pasangan yang pemarah membuat frustasi dan cukup menyita waktu serta tenaga. Namun ketahuilah, kamu bisa menenangkan pasanganmu.

Foto: Keira Burton (Pexels)

Cara menenangkan pasanganmu saat marah adalah dengan memahaminya dengan lebih baik. Merawat pasangan, memperhatikan kesejahteraannya, dan mempelajari cara baru untuk menyelesaikan konflik dapat membantu memulihkan keadaan.

Berikut 8 cara untuk menenangkan pasangan yang mudah marah, dilansir dari YourTango:

1. Lihat kemarahannya sebagai upaya meminta bantuan

Kemarahan adalah tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diselesaikan. Saat pasanganmu merasa emosi, ia sedang berada dalam tekanan psikologis. Tawarkan ia bantuan agar ia bisa merasa lebih baik. Berusaha memahami apa yang membuatnya marah bisa membantu pasanganmu menghilangkan stresnya.

2. Tetap tenang

Saat pasanganmu sedang marah, wajar jika kamu ikut merasa ‘panas’, terutama ketika kamu merasa ia menyerangmu. Namun jika responmu adalah ikut merasa emosi, hal tersebut tidak mengurangi masalah.

Foto: Alex Green (Pexels)

Tetap tenang, latih kesabaran, dan olah amarahmu.Ketika kamu merasa emosimu meningkat, berhentilah sejenak. Tanggapi dengan penuh perhatian dan kesabaran, bukan dengan marah.

3. Buat ia merasa aman secara emosional

Meyakinkan pasanganmu adalah salah satu cara untuk meyakinkannya bahwa kamu akan selalu berada di sampingnya apapun yang terjadi.

Foto: John Diez (Pexels)

Katakan hal baik kepada pasangan dan jangan mengkritiknya dulu saat ia sedang tidak stabil. Mendengarkannya dengan penuh perhatian akan membantunya merasa didukung secara emosional.

4. Berikan kasih sayang

Kasih sayang adalah solusi untuk kemarahannya. Mungkin terasa mustahil mengubah emosi kemarahan menjadi suasana yang penuh kasih sayang. Tapi siapa sangka, mungkin itulah yang sebenarnya perlu dilakukan. Pasanganmu bertanggung jawab atas kata dan tindakannya saat ia merasa marah, dan ketika ia menemukan kasih sayang setelah melewati badai emosi yang intens, perasaan penuh sayang itu akan memulihkan bagi kedua belah pihak.

5. Jangan berasumsi

Asumsi sering kali berbahaya, karena pikiran kita bermain dengan sesuatu yang tidak pasti. Ajukan pertanyaan untuk memperjelas motif pasanganmu dan tanyakan kebutuhannya.

Foto: SHVETS Production (Pexels)

Tanyakan dengan baik-baik, perubahan perilakunya yang kamu perhatikan. Percakapan yang terbuka seperti ini bisa memberikan perubahan dalam hubungan kamu.

6. Dengarkan pasanganmu

Kemarahan akan semakin meningkat ketika pasanganmu merasa tidak didengar atau dipahami. Pastikan kamu menegaskan kembali apa yang ia bagikan kepadamu, agar kamu memahami apa yang ia rasakan.

7. Lihat gelagat kemarahannya

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Intervensi ini bisa dilakukan untuk mencegah adanya rasa marah yang muncul atau mencegah agar tidak menjadi besar.

Semakin cepat kamu mengenali kemarahan dalam diri pasangan, atau dalam dirimu, semakin baik kamu merespon dan mengelola situasi sebelum menjadi tidak terkendali. Seperti membawa pasangan ke tempat yang sepi untuk menenangkan diri, atau mengambil alih apa yang ia kerjakan agar kemarahan tidak berimbas kepada hal lain.

8. Temukan kesamaan

Pasangan yang hebat tidak saling mengubah pasangannya untuk menjadi orang lain. Namun, masing-masing mencoba memasukkan unsur dari kedua belah pihak untuk membangun hubungan bersama. Cobalah untuk menemukan suatu titik temu dan tekankan pada pasanganmu bahwa kalian melakukan ini secara bersama-sama.

Pendekatan positif yang dewasa dan penuh dengan kasih sayang akan membantumu menghadapi tantangan dalam hubungan ini.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *