Katak kaca (Cochranella pulverata). Foto: Geoff Gallicevia via Wikimedia Commons

Beberapa hewan akan melewati proses evolusi dalam jangka waktu yang lama; entah dari bentuk sederhana menjadi kompleks atau dari yang biasa malah berpenampilan unik. Sampai-sampai berdampak kepada kebiasaan yang menjadi aneh.

Terlepas dari jarangnya kita bertemu dengan mereka karena habitat di daerah tertentu, sejumlah studi dilakukan untuk mengungkap keanehan hasil evolusi hewan. Berikut sejumlah hewan aneh dan unik hasil dari proses evolusi.

Katak Kaca Transparan

Sebagian besar makhluk hidup menyembunyikan organ tubuh mereka di bawah lapisan pelindung entah itu kulit, jaringan dan tulang. Tetapi, bagaimana jika lapisan penting ini malah tembus pandang?

Katak kaca adalah hewannya. Jika melihat dari atas tubuh binatang ini mungkin akan terlihat biasa saja. Tetapi jika kita membaliknya, akan terlihat organ jantung yang berdetak cepat, urat merah panjang, dan bagian usus yang menggeliat. Evolusi hewan ini menjadikan kulitnya sangat tipis dan tembus cahaya, membuatnya menjadi katak transparan.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Proceeding of the National Academy of the National Academy of Sciences pada 9 Juni 2020 mengungkap bahwa evolusi ini merupakan salah satu bentuk cara katak kaca untuk melindungi diri. Ketika cahaya bersinar ke katak dari atas, maka kesilauan akan terjadi dan membuat predator bingung.

Katak kaca Hyalinobatrachium aureoguttatum. Foto: Diego F. Cisneros-Heredia via ResearchGate

Katak kaca yang bernama ilmiah Hyalinobatrachium aureoguttatum hidup di hutan hujan di Amerika Tengah dan Selatan dan menghabiskan sebagian besar waktunya hidupnya hinggap di dedaunan. Karena habitat ini lah mereka ideal untuk berkamuflase. Kaki mereka yang lebih transparan juga mengaburkan tubuh besar mereka sehingga membuat predator sulit mengenali mereka.

Tawon Ara

Tawon ara dan buah ara merupakan salah satu hubungan unik di alam liar. Buah ara sebenarnya adalah bunga kecil yang bergantung pada tawon ara untuk penyerbukan. Nantinya saat sudah berdaging, bunga ara menyediakan rumah yang aman bagi tawon ara selama mereka hidup.

Menurut Dinas Kehutanan Amerika Serikat, secara naluriah, tawon mencari aroma tertentu yang dikeluarkan bunga ara betina. Begitu mereka menemukannya, tawon ara akan menggali jalan ke dalam bunga yang lembut nan manis melalui lubang yang sangat kecil di ujung “buah” ini. Begitu berada di dalam buah, tawon betina akan terlindungi dan tidak terlihat sehingga mereka dapat bertelur.

Journal of Nematology menyatakan bahwa setelah proses ini tawon betina tidak akan melihat dunia luar lagi karena mereka akan mati dalam 24 jam setelah bertelur. Sedangkan tawon jantan akan menghabiskan seluruh hidup mereka di dalam buah ara dan mati tak lama setelah membuat terowongan.

Tawon dan buah ara Foto: Wikimedia Commons/Alandmanson

Menariknya, perilaku aneh ini telah membuat spesies tawon ini tetap hidup lebih dari 60 juta tahun, menurut sebuah riset yang terbit di jurnal Proceedings of the Royal Society B edisi tahun 2005.

Ikan Berjalan

Ambystoma mexicanum, juga disebut axolotl, merupakan makhluk hidup yang unik. Tidak hanya memiliki gaya rambut yang menonjol, mereka juga dapat berjalan. Hal ini terlihat ketika mendekati dasar danau atau kanal, empat kaki di sisi mereka akan ditarik keluar untuk membantu merangkak di sekitar habitat rawa di Mexico City.

Menurut sebuah artikel di jurnal Nature, meskipun mereka terlihat seperti ikan yang berkaki, hewan ini sebenarnya adalah amfibi. Jika biasanya amfibi hidup dengan insang dan dapat bernapas di bawah air sampai mereka dewasa, axolotl tetap menjaga insang remaja mereka dan tetap berada di dalam air — fenomena ini disebut neoteny.

Ilustrasi Ambystoma mexicanum. Foto: Amandasofiarana via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Hewan ini tumbuh hingga 12 inci (30 sentimenter) dan memakan serangga kecil, cacing, moluska dan krutasea. Hewan ini diketahui tidak pernah meninggalkan air dan dapat ditemukan di danau Xochimilco dekat Mexico City. Tetapi, kelangsungan hidup mereka tengah terancam akibat polusi.

Kuda Laut Jantan yang Hamil

Jika biasanya wanita yang selalu menanggung kehamilan, kasus berbeda terjadi pada kuda laut, pipefish, dan naga laut — anggota keluarga ikan Synathidae — karena jantanlah yang hamil.

Menurut National Geographic, hal ini bermanfaat karena betina dapat fokus kepada pembuatan telur dan kuda laut jantan dapat melahirkan di pagi hari dan hamil lagi pada malam hari. Jantan juga berperan dalam membesarkan bayi lainnya.

Ilustrasi pipefish. Foto: Steve Childs via Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Energi betina juga tidak akan habis karena biasanya, energi lebih banyak dikeluarkan untuk menghasilkan telur daripada jantan yang menghasilkan sperma. Dengan terbaginya tugas ini, kebutuhan energi yang dibagi lebih merata.

Anglerfish Si Parasit

Anglerfish jantan dan betina sangat bervariasi dari segi ukuran. Betina panjangnya 60 kali daripada jantan. Ikan ini sebagian besar ditemukan bersembunyi di kedalaman paling gelap di Samudra Atlantik dan Antartika dengan ciri-ciri: batang cahaya yang menggantung dari wajah mereka dengan taring besar yang menakutkan dan mencuat dari mulut mereka.

Tetapi saat anglerfish betina kawin, si jantan akan bertindak sebagai parasit. Dia akan menggigit sisi betina dan menyatukan tubuhnya sehingga bisa mencuri nutrisi betina dengan menghisap darahnya.

Anglerfish jantan yang bertindak sebagai parasit Foto: Science Photo Library

Hal ini terjadi karena organ utama jantan seperti mata dan sirip mulai rusak karena tidak perlu berenang atau melihat. Satu-satunya tanggung jawabnya adalah menyediakan sel-sel reproduksi ketika waktunya tepat. Ibaratnya, dia mendapatkan semua yang dia dibutuhkan dengan sedikit usaha.

Ubur-ubur Abadi

Seiring berjalannya waktu, tubuh kita dirancang untuk tumbuh, menua, dan akhirnya mati. Tapi, hal ini tidak terjadi pada Turritopsis dohrnii, ubur-ubur abadi yang tidak melewati siklus ini.

Saat terluka atau menghadapi kelaparan, ubur-ubur ini dapat menekan tombol ‘reset’ alias pengaturan ulang yang membuatnya kembali ke tahap perkembangan sebelumnya, dalam hal ini adalah polip. Polip ini kemudian melanjutkan siklus hidup dan menghasilkan banyak medusa yang identik secara genetik atau makhluk bertentakel yang kita sebut ubur-ubur.

“Dalam proses ini, sel dewasa yang telah menjadi khusus untuk jaringan tertentu dapat berubah menjadi jenis sel khusus yang berbeda,” kata American Museum of Natural History (AMNH) via LiveScience.

Ilustrasi ubur-ubur abadi Turritopsis dohrnii. Foto: Bachware via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Lebih lanjut, para ilmuwan berpikir ubur-ubur abadi menggunakan proses yang disebut transdiferensiasi untuk melakukan prestasi peremajaan ini. Ubur-ubur ini pertama kali ditemukan di Laut Mediterania pada 1883. Hewan laut ini memiliki ukuran 0,2 inci (5 milimeter).

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *