Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) I Ketut Kariyasa Adnyana, SP – IST

BULELENG – Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk memiliki keanekaragaman suku, adat istiadat, tradisi, seni, budaya, dan bahasa daerah yang berbeda-beda, namun dengan pandangan yang melekat pada Pancasila yang telah disepakati sebagai nilai bersama, maka perbedaan tersebut menjadi sebuah aset bangsa.

Bersama Pancasila inilah kemudian perbedaan tersebut disatukan dan dijadikan sebagai nilai dasar dan falsafah hidup bersama yang tertuang di dalam lima silanya.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) I Ketut Kariyasa Adnyana, SP menekankan pentingnya untuk mengimplementasikan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat pilar kebangsaan yang telah menjadi konsensus bersama sebagai warga negara Indonesia harus benar-benar dibumikan untuk mencapai cita-cita dalam bernegara,”

Peserta sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dengan kader-kader PDI Perjuangan Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali – IST

Pernyataan itu disampaikan Anggota MPR RI yang juga Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana, SP pada Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dengan kader-kader PDI Perjuangan Kecamatan Banjar bertempat di Panti Sosial Tresna Werdha Jara Mara Pati Desa Kaliasem (Selasa, 8/6/2021)

Kariyasa Adnyana dalam paparannya menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah dengan oknum-oknum yang ingin memecah belah dan merobek robek keutuhan dan persatuan bangsa.

“Siapapun di negara ini, janganlah bertindak provokatif yang bisa menimbulkan disintegrasi bangsa. Kita bisa belajar apa yang telah terjadi di berbagai negara di dunia. Terlebih di negara-negara kawasan Timur Tengah yang sampai saat ini masih terus berlangsung konflik berkepanjangan. “maka dari itu negara harus tegas terhadap oknum-oknum ataupun kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa dan menghianati empat pilar kebangsaan yang telah kita sepakati sebagai pedoman kita bernegara,” tegasnya.

Di hadapan hadirin yang menghadiri acara, Kariyasa Adnyana juga memberi potret sosial yang tampak saat ini telah begitu mencoreng tatanan sosial masyarakat Indonesia yang dahulu terkenal akan kelembutan dan sopan-santunnya. Oleh karena itu, penting kiranya membangun kembali sistem nilai luhur bangsa Indonesia yang telah dituangkan oleh para pendiri negeri sebagai buah pemikiran cerdas dan penuh kebijaksanaan, yang tersirat dan tersurat di dalam Pancasila dan UUD 1945.

“Bisa saja, kurangnya pemahaman dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara serta sebagai ideologi negara, lebih disebabkan oleh lemahnya sistem pembinaan individu dari mulai tingkat informal (seperti lingkungan keluarga) sampai ke tingkat formal. Selain itu, proses perubahan pikir, ucap dan tindak ini juga tidak terlepas dari adanya perubahan sosial, budaya dan ekonomi akibat adanya era globalisasi ini,” kata wakil rakyat Bali di tingkat pusat yang juga pernah tiga periode menjadi anggota DPRD Bali.

“Untuk itulah mengapa program 4 Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI 1945, Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika terus disosialisasikan dan dikuatkan di tengah masyarakat,” sambung Anggota Komisi IX DPR RI ini.

Tampak hadir dalam acara di antaranya Anggota DPRD Kabupaten Buleleng Ketut Widana, Ni Kadek Turkini, Pengurus PAC dan Ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Banjar, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Seririt, serta beberapa tokoh masyarakat Desa Kaliasem. (kanalbali/IST)

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *