Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: AFP/FABRICE COFFRINI

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan agar dunia membuat pakta internasional untuk meningkatkan kesiapan menghadapi pandemi. Selain itu, pakta ini dianggap sebagai bagian dari reformasi yang dicanangkan oleh para negara anggota.

Dikutip dari Reuters, Tedros mengatakan WHO tengah dihadapkan dengan ‘tantangan serius’ dalam mempertahankan respons COVID-19 pada tingkatan yang baik seperti sekarang ini.

WHO, menurutnya, juga memerlukan pendanaan yang berkelanjutan serta fleksibel.

Sebelumnya, para menteri kesehatan negara-negara anggota WHO telah menyetujui untuk mempelajari lebih lanjut soal rekomendasi untuk reformasi sebagai upaya memperkuat kapasitas WHO dan negara-negara dalam menangani virus baru.

Para menteri kesehatan dari 194 negara anggota WHO dijadwalkan untuk kembali bertemu dari tanggal 29 November nanti untuk menentukan apakah mereka akan melakukan negosiasi atas pakta pandemi.

“Satu rekomendasi yang saya percaya akan berpengaruh lebih besar dalam memperkuat WHO dan sistem pertahanan kesehatan global, adalah rekomendasi untuk membentuk pakta kesiapan dan respons pandemi. Ini adalah sebuah ide yang mana waktunya telah tiba,” ujar Tedros.

Pembentukan pakta seperti ini bisa memakan waktu lama. Sebagai contoh, Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau, yang merupakan pakta kesehatan masyarakat pertama di dunia, baru berhasil mencapai final usai 4 tahun negosiasi.

who logo Foto: frizal

WHO kini tengah menghadapi kemungkinan perombakan untuk mencegah adanya wabah-wabah lain di masa mendatang.

Di bawah resolusi yang dirumuskan oleh Uni Eropa dan disetujui lewat musyawarah, negara-negara anggota akan sepenuhnya berada dalam kendali reformasi ini sepanjang proses selama satu tahun ini.

“Penting sekali bagi kita untuk memperkuat pengawasan (penyakit) global dan memberikan kewenangan serta kapasitas kepada Organisasi Kesehatan Dunia untuk melakukan tugas penting ini, untuk seluruh manusia di muka bumi,” ungkap Perdana Menteri Malaysia, Scott Morrison.

“Jika kita ingin melaksanakan agenda reformasi yang ambisius ini, maka kita harus bekerja sama dan mengesampingkan isu-isu lainnya terlebih dahulu,” lanjutnya.

Virus corona penyebab COVID-19 ini telah menginfeksi lebih dari 170 juta orang di dunia dan merenggut nyawa hampir 3,7 juta orang sejak 2019 lalu.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *