Warga memakai masker saat beraktivitass di Istanbul, Turki, Selasa (17/3). Foto: Ozan KOSE / AFP

Pemerintah Turki akan melonggarkan kebijakan pembatasan kegiatan ketat dan lockdown akhir pekan. Sebab penularan COVID-19 mulai menurun.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, berharap dengan pelonggaran ini restoran dapat kembali dibuka dengan tetap membatasi jumlah pengunjung. Kebijakan ini berlaku efektif mulai Selasa (1/6).

Dikutip dari Reuters, dengan adanya peraturan baru ini, jam malam yang diberlakukan secara nasional ini akan diberlakukan satu jam lebih malam dibanding sebelumnya, yakni menjadi pukul 10 malam.

Sebelumnya, Erdogan sempat melonggarkan seluruh pembatasan sosial pada Maret lalu. Tetapi, pelonggaran tersebut malah menyebabkan kenaikan kasus yang signifikan di bulan April, yakni hingga di atas 60 ribu kasus.

Sejak itu, lockdown parsial akhirnya diberlakukan mulai akhir April hingga 17 Mei.

Pada Senin (31/5), Turki melaporkan 6.493 kasus infeksi COVID-19 baru, sehingga total infeksi mencapai sekitar 5,2 juta kasus. Sementara kematian akibat virus ini bertambah 122 jiwa dengan total pasien yang meninggal dunia mencapai 47.527 jiwa.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *