Ilustrasi Pencuri Masuk Dari Jendela Foto: Abil Achmad Akbar/kumparan

Beredar video oknum polisi memperlihatkan senjata api ketika menginterogasi seorang bocah lelaki di Aceh Utara. Bocah itu diduga merupakan pencuri kotak amal masjid.

Dalam video berdurasi 3 menit 20 detik itu, bocah lelaki itu terlihat mengenakan baju cokelat dengan kondisi tangan terikat ke belakang.

Ia duduk bersila di atas lantai dikelilingi para pria dewasa yang tengah menginterogasinya secara bergantian menggunakan dialek bahasa Aceh.

Warga menanyakan siapa saja teman-temannya yang ikut terlibat dalam aksi pencurian itu. Warga menduga, aksi pencurian kotak amal di Masjid Baiturrahman Ceumpeudak, Aceh Utara, itu sudah beberapa kali terjadi. Diduga pencurian kotak amal tersebut tidak dilakukan sendiri.

Sebab teman-teman dari anak lelaki yang diamankan tersebut juga ikut terlibat. Warga menanyakan bagaimana cara ia masuk ke masjid dan bersama siapa.

Kotak amal di Masjiq Istiqlal Jakarta. Foto: Helmi Afandi/kumparan

Hanya saja bocah itu bersikeras mengaku tidak mengenal dan mengetahui nama-nama temannya tersebut. Hingga beberapa kali ia terkena tamparan.

Ketika warga sedang menginterogasi anak itu, tiba-tiba seorang pria diduga oknum polisi mengenakan baju putih menghampiri bocah tersebut sambil membawa senjata api dan menanyakan asalnya.

Oknum polisi itu dengan tegas meminta agar bocah tersebut mengaku dan siapa saja temannya yang ikut terlibat. Bahkan, ia sempat mengeluarkan magazen dari pistolnya dan menunjukkan peluru kepada bocah tersebut.

“Tembak saja di kaki,” kata seseorang di dalam video tersebut.

Bocah itu kemudian mengakui temannya sebanyak 15 orang. Namun, sebutnya, aksi pencurian tersebut dilakukan sendiri dan baru pertama kali.

Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Menyikapi video tersebut, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy, mengatakan seorang anak kedapatan mencuri isi kotak amal mesjid di Aceh Utara. Ia kemudian diamankan oleh pengurus masjid dan masyarakat pada Minggu (24/5) pagi lalu.

Menyangkut seorang polisi yang mengeluarkan senjata api, kata Winardy, saat kejadian polisi tersebut hendak pulang ke rumah dan berhenti di tempat penjual kelapa di dekat masjid. Lalu mendengar pembicaraan warga tentang ada pencuri kotak amal yang tertangkap.

“Mendengar hal itu polisi tadi segera ke halaman masjid dan mendapati anak tersebut sudah dikerumunin warga, dan sempat melihat pelaku digampari masyarakat. Maka, polisi tadi mengeluarkan senjata supaya masyarakat tahu yang bersangkutan polisi dan tidak ada yang menganiaya pelaku lagi, sambil menunggu petugas polsek datang untuk mengamankan pelaku,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (1/6).

Ilustrasi penembakan. Foto: Shutter Stock

Winardy menuturkan, oknum polisi tersebut sudah melakukan klarifikasi dan diperiksa oleh Bid Propam dan Sat Brimob Polda Aceh. Sebelum video tersebut viral di sosial media.

“Apabila ternyata hasil penyelidikan Propam berdasarkan keterangan saksi, dan alat bukti lainnya bahwa oknum polisi tersebut melanggar kode etik, dan disiplin Polri maka akan diberikan sanksi yang sesuai dengan aturan berlaku,” ungkapnya.

Winardy menyebutkan, untuk kasus pencurian tersebut kini telah diselesaikan secara diversi. Bocah itu diserahkan pada orang tuanya dan pengurus masjid tidak akan menuntut.

KPPA Aceh Sayangkan Aksi Oknum Polisi Tersebut

Komisioner Komisi Pengawas dan Perlindungan Anak (KPPA) Aceh, Firdaus Nyan Idin, menyayangkan aksi oknum polisi yang menggunakan senjata apa dalam menangani kasus aksi pencurian dilakukan oleh seorang anak tersebut.

“Menyayangkan ada pihak yang menggunakan senjata asli dalam penanganan kasus sederhana tersebut. Seakan anak tersebut adalah penjahat besar,” katanya.

KPPA Aceh meminta pihak kepolisian untuk mengusut dan memeriksa anggotanya tersebut secara tegas.

“Kita minta polisi mengusut tuntas siapa orang tersebut,” ujarnya.

Dilansir dari : kumparan.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *